Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri menyatakan bahwa permintaan masyarakat terhadap pembiayaan digital masih tetap tinggi di Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
Kondisi tersebut dipicu oleh terbatasnya akses kredit dari lembaga perbankan konvensional yang memiliki persyaratan serta proses verifikasi lebih ketat.
Yose menjelaskan bahwa industri fintech lending terus tumbuh karena berhasil mengisi celah kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terlayani oleh sektor perbankan.
Kebutuhan atas pembiayaan saat ini sangat tinggi sekali sementara pembiayaan dari lembaga perbankan mungkin masih terbatas dan lebih sulit didapatkan.
Model bisnis fintech dinilai berkembang pesat karena menawarkan proses yang lebih cepat, berbasis teknologi digital, dan mudah dijangkau oleh segmen masyarakat belum bankable.
Namun di tengah tingginya permintaan tersebut, industri pembiayaan kini sedang menghadapi tantangan besar terkait maraknya praktik penagihan oleh tenaga penagih yang dinilai ekstrem.
Yose menegaskan bahwa praktik penagihan semacam itu sama sekali tidak dapat dibenarkan karena perusahaan seharusnya menempuh mekanisme resmi sesuai aturan.
Menurutnya cara-cara kasar merupakan tindakan mencari jalan pintas padahal perusahaan harus menempuh jalur yang memang sudah ada dan sudah ditetapkan oleh regulator.
Pertumbuhan industri pembiayaan ke depan wajib dibarengi dengan tata kelola perusahaan yang baik serta penguatan manajemen risiko dalam menilai calon debitur.
Yose menambahkan bahwa penyelenggara fintech harus lebih patuh terhadap regulasi ketika melakukan penilaian terhadap konsumen agar tidak hanya menyalahkan pihak peminjam saat terjadi kendala.
Meskipun terdapat isu penagihan, target pertumbuhan piutang industri multifinance sebesar 6 hingga 8 persen pada tahun 2026 dianggap masih sangat realistis untuk dicapai.
Kepercayaan publik terhadap sektor ini diyakini akan meningkat apabila seluruh aturan dilaksanakan dengan baik dan terdapat penegakan hukum yang konsisten bagi pelanggar.





