Emas Jadi Pilihan Utama Investor di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global pada 2026

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Ketidakpastian geopolitik global yang berlangsung hingga 2026 mendorong investor untuk lebih selektif dalam menempatkan aset.

Dalam kondisi tersebut, emas kembali menguat sebagai instrumen investasi defensif yang efektif menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Permintaan emas secara global menunjukkan tren positif, dengan pembelian oleh bank sentral dunia mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun menurut catatan World Gold Council, menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

Di Indonesia, survei Jakpat melalui laporan Indonesia Investment Trends 2025 menunjukkan bahwa aset berbasis emas menjadi pilihan utama masyarakat, dengan perhiasan dipilih oleh 67% responden dan logam mulia oleh 66%.

Survei Populix pada Januari 2026 mencatat tingkat kepercayaan terhadap emas mencapai 80%, jauh melampaui instrumen lain seperti uang tunai (7%), properti (6%), saham (3%), obligasi (2%), serta kripto dan valas masing-masing 1%.

Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, menyatakan bahwa emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global.

Ia menekankan bahwa dalam situasi ekonomi yang tidak seimbang, emas mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset dalam jangka panjang.

Menurutnya, terjadi pergeseran perilaku investor di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap portofolio.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap emas, Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold dengan skema fleksibel dan terjangkau berdasarkan prinsip syariah.

Nasabah dapat memiliki emas logam mulia 24 karat secara bertahap dengan tenor 1 hingga 5 tahun dan pilihan gramasi mulai dari 5 gram hingga 100 gram.

Flexi Gold telah disusun sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia dan mendapat persetujuan Dewan Pengawas Syariah dengan akad murabahah dan rahn.

Benadicto menyebutkan bahwa tujuan dari Flexi Gold adalah membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk membangun portofolio investasi secara disiplin dengan cicilan ringan.

Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 756% dibandingkan Desember 2025, menunjukkan respons positif dari masyarakat.

Minat terhadap produk ini paling tinggi di wilayah Jabodetabek dan kota besar di Pulau Jawa serta Sumatera.

Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan 41,79% dari total nilai booking nasional, diikuti Tangerang sebesar 14,08% dan Palembang 7,15%.

Kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, dan sekitarnya secara kolektif menyumbang 36,98% dari total portofolio pembiayaan emas.

Related Post