Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Minggu (26/4/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan dinamika kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Harga emas internasional ditutup di level US$4.708 per troy ounce, sementara harga logam mulia domestik berada di kisaran Rp2.845.000 per gram.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa secara teknikal, level support pertama emas dunia berada di US$4.651 per troy ounce jika terjadi pelemahan.
Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri diproyeksikan turun ke level Rp2.800.000 per gram dengan potensi support kedua di US$4.560 per troy ounce untuk emas global dan Rp2.790.000 per gram untuk emas lokal.
Sebaliknya, jika harga menguat, level resistance pertama diperkirakan mencapai US$4.779 per troy ounce untuk emas dunia dan Rp2.865.000 per gram untuk logam mulia domestik.
Resistance kuat berikutnya berpotensi membawa harga emas global ke kisaran US$4.823 per troy ounce, disertai kenaikan harga logam mulia hingga mendekati Rp2.980.000 per gram.
Pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan yang masih dibayangi ketidakpastian.
Ibrahim menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesiapan menghancurkan kapal Iran di Selat Hormuz, namun sekaligus membuka peluang gencatan senjata permanen, sehingga memicu sentimen campuran di pasar komoditas.
Iran dilaporkan menolak pertemuan lanjutan setelah Amerika Serikat menangkap kapal tanker Iran yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Ibrahim menjelaskan bahwa penangkapan tersebut menjadi alasan utama Iran menolak dialog lebih lanjut.
Dia juga mencatat bahwa serangan Israel terhadap Lebanon Selatan terus berlangsung, memperparah ketegangan regional dan memperkuat permintaan safe-haven terhadap emas sebagai aset lindung nilai.





