PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp 300 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
Angka tersebut meningkat 57 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Kenaikan tertinggi terjadi pada Januari 2026, dengan pertumbuhan hingga 130 persen dibandingkan Januari 2025.
Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek, Yonathan Gautama, menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap platform P2P lending legal berizin OJK tersebut.
Ia menambahkan bahwa rasio peminjam yang kembali meminjam setelah melunasi utang mencapai 121 persen, sebagai indikator kuat penerimaan masyarakat terhadap layanan Samir.
Perusahaan juga gencar melakukan edukasi keuangan, termasuk penyelenggaraan webinar Cerdas Mengelola Keuangan Saat Memiliki Beban Pinjaman pada awal April 2026 bersama perencana keuangan profesional.
Yonathan menekankan bahwa inisiatif literasi keuangan turut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko pinjol ilegal dan mendukung tumbuhnya ekosistem fintech yang sehat.
Secara geografis, pertumbuhan penyaluran tidak lagi terkonsentrasi di Jabodetabek, melainkan juga signifikan di Surabaya dengan kenaikan 154 persen dan Bandung sebesar 146 persen selama kuartal I 2026.
Samir berkomitmen menjalankan prinsip good corporate governance dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi OJK dan asosiasi industri.





