Rupiah Menguat ke Rp17.142 per Dolar AS, Didukung Ketahanan Ekonomi dan Investasi

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp17.142 pada perdagangan Selasa (21/4/2026).

Penguatan tersebut sebesar 26 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.168 per dolar AS.

Kondisi ini dipicu oleh ketahanan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat meskipun menghadapi tekanan dari ketidakpastian geopolitik global.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga.

Menurutnya, transformasi ekonomi nasional difokuskan pada tiga pilar utama: investasi, industrialisasi, dan peningkatan produktivitas.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, serta membuka lapangan kerja berkualitas.

Kinerja ekonomi Indonesia dinilai relatif solid dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya, didukung oleh inflasi yang rendah dan defisit anggaran yang tetap di bawah batas 3% terhadap PDB.

Ibrahim juga menyebut APBN berperan sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat, sambil memastikan disiplin fiskal tetap terjaga.

Selain faktor domestik, sentimen eksternal turut memengaruhi pergerakan rupiah, termasuk dinamika pembicaraan internasional mengenai konflik geopolitik.

Trump baru-baru ini mengonfirmasi bahwa delegasi pimpinan Wakil Presiden JD Vance akan mengunjungi Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian minggu ini.

Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan kesulitan dalam negosiasi selama blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat masih berlaku.

Meski demikian, Teheran dilaporkan tetap mengirim delegasi ke Islamabad dengan bantuan mediator regional.

Ibrahim menambahkan bahwa Indonesia akan terus memperkuat kerja sama eksternal dan memanfaatkan lembaga seperti Danantara untuk mobilisasi investasi di luar APBN.

Related Post