Rupiah Menguat ke Rp17.138 per Dolar AS, Didorong Perkembangan Geopolitik dan Utang Luar Negeri

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat ke level Rp17.138 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 16 April 2026.

Penguatan ini sebesar 4 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.143 per dolar AS.

Kondisi ini dipicu oleh perkembangan positif dalam hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan ketegangan di Selat Hormuz.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa harapan akan kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi katalis utama penguatan rupiah.

Menurutnya, Gedung Putih menyampaikan optimisme pada Rabu (15/4/2026) terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk menghindari eskalasi konflik dengan Iran.

Sementara itu, laporan dari Reuters menyebut Iran membuka kemungkinan memperbolehkan kapal-kapal melintas bebas di sisi Oman pada Selat Hormuz jika kesepakatan dapat dicapai.

Saluran strategis tersebut menampung sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga stabilitas di wilayah ini sangat berdampak pada pasar keuangan global.

Selain faktor eksternal, penguatan rupiah juga didukung oleh perkembangan positif utang luar negeri (ULN) Indonesia yang mencapai 437,9 miliar dolar AS pada Februari 2026.

Jumlah tersebut naik dari posisi Januari 2026 sebesar 434,9 miliar dolar AS dan menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5 persen year on year, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,7 persen (yoy).

Peningkatan ULN terutama berasal dari sektor publik, khususnya bank sentral, yang menarik aliran modal asing ke instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sementara itu, posisi ULN sektor swasta tercatat mengalami penurunan.

Ibrahim menambahkan bahwa pembicaraan lanjutan antara pejabat AS dan Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan paling cepat akhir pekan depan, setelah negosiasi sebelumnya belum mencapai terobosan.

Kepala militer Pakistan telah tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) sebagai upaya mediasi untuk mencegah konflik berskala besar.

Related Post