Kredivo Catat Lonjakan Transaksi Paylater Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 27 persen dan nilai transaksi 26 persen secara tahunan selama periode Ramadan dan Lebaran 2026.

Pertumbuhan tersebut terjadi pada periode yang berlangsung antara Maret hingga April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan layanan paylater sebagai instrumen pengelolaan keuangan jangka pendek oleh masyarakat.

SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan bahwa lonjakan transaksi tidak hanya dipicu oleh faktor musiman, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen dalam memanfaatkan paylater secara lebih strategis.

“Hal yang menarik dari Ramadan tahun ini bukan hanya pertumbuhan transaksinya, tetapi bagaimana masyarakat mulai mengatur pengeluaran dengan lebih strategis. Kami melihat paylater dimanfaatkan sebelum gajian dan THR,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/4/2026).

Kredivo juga mencatat peningkatan jumlah pengguna baru sebesar 31 persen selama periode yang sama, menunjukkan semakin luasnya adopsi layanan paylater di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi selama bulan suci.

Mayoritas pengguna memilih tenor satu bulan yang menawarkan bunga dan biaya administrasi 0 persen, sebagai cara untuk menjaga arus kas jangka pendek.

Indina menambahkan bahwa pilihan ini menunjukkan peran paylater sebagai alat bantu perencanaan keuangan harian yang semakin menjadi preferensi masyarakat.

Rata-rata nilai transaksi per pengguna selama periode tersebut berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4–5 kali.

Data ini mengindikasikan bahwa layanan paylater tidak hanya digunakan untuk pembelian bernilai besar, tetapi juga untuk kebutuhan rutin yang dilakukan secara bertahap.

Pertumbuhan signifikan juga tercatat pada transaksi offline di luar wilayah Jabodetabek, dengan volume transaksi naik 31 persen dan nilai transaksi melonjak hingga 67 persen.

Angka tersebut mencerminkan semakin luasnya penetrasi layanan paylater dalam aktivitas ekonomi daerah.

Kredivo menilai tren ini menandai pergeseran fungsi paylater dari sekadar alat pembiayaan konsumtif menjadi instrumen pengelolaan keuangan harian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

Related Post