Rupiah Melemah ke Rp17.105 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Sehat

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah sebesar 0,41 persen hingga menyentuh level Rp17.105 pada Selasa, 7 April 2026.

Kondisi ini melampaui asumsi dasar nilai tukar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa pelemahan tersebut telah diantisipasi melalui skenario stress test yang disiapkan pemerintah.

“Itu sudah masuk dalam stress test kita,” ujar Juda Agung di Menara Bank Mega, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan bahwa dampak dari volatilitas nilai tukar terhadap kesehatan fiskal nasional tidak signifikan.

Pemerintah memastikan defisit anggaran dan pembiayaan negara tetap terjaga meskipun rupiah bergerak di luar proyeksi awal.

Defisit APBN 2026 diproyeksikan tetap berada di bawah 3 persen dari produk domestik bruto sesuai komitmen fiskal.

Pemerintah juga terus menjalankan kebijakan penahanan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan tajam.

Fokus utama saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah tekanan eksternal.

Lanjutnya, kenaikan harga komoditas global seperti minyak dan batu bara justru memberikan pendapatan tambahan atau windfall revenue bagi negara.

Sektor hulu migas dan batu bara menjadi kontributor utama dari penerimaan tak terduga tersebut.

Tambahan pendapatan ini akan digunakan sebagai dana kompensasi untuk menekan pembengkakan subsidi energi akibat fluktuasi harga global.

Otoritas keuangan juga terus memperkuat pengawasan terhadap arus modal keluar dan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia.

Koordinasi tersebut bertujuan menjaga volatilitas rupiah agar tidak mengganggu kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan.

Pemerintah optimistis ketahanan fiskal Indonesia cukup kuat menghadapi dinamika ekonomi global di tahun 2026.

Target pembangunan nasional diyakini tetap dapat dicapai melalui manajemen anggaran yang prudent dan terukur.

Related Post