Bank of England Peringatkan Potensi Penurunan Pasar Saham Global

Ardian Santo

April 29, 2026

2
Min Read

Warta Ekonomi, Jakarta – Bank of England memperingatkan bahwa pasar saham global berpotensi mengalami penurunan karena harga aset saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan berbagai risiko ekonomi

Kekhawatiran ini muncul di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat

Wakil Gubernur Bank of England, Sarah Breeden mengatakan bahwa pasar saat ini berada di level tinggi meskipun risiko masih besar

Ada banyak risiko di luar sana, namun harga aset berada di level tertinggi sepanjang masa, kata Breeden

Ia memperingatkan bahwa penyesuaian pasar kemungkinan akan terjadi pada suatu waktu, meskipun tidak merinci kapan atau seberapa besar koreksi tersebut

Bank of England sebelumnya menilai konflik yang sedang berlangsung telah memberikan guncangan besar terhadap ekonomi global

Dampaknya meliputi pertumbuhan yang melemah, inflasi lebih tinggi, dan biaya pinjaman yang meningkat

Breeden mengungkapkan kekhawatiran bahwa beberapa risiko bisa terjadi secara bersamaan, termasuk guncangan ekonomi makro, hilangnya kepercayaan pada kredit swasta, serta penyesuaian valuasi teknologi dan kecerdasan buatan

Hal yang membuat saya khawatir adalah kemungkinan berbagai risiko terjadi secara bersamaan… apa yang terjadi dalam kondisi seperti itu dan apakah kita siap menghadapinya? ujarnya

Ia menyoroti pertumbuhan pesat sektor kredit swasta yang kini mencapai sekitar US$2,5 triliun dalam dua dekade terakhir

Menurutnya, sektor ini belum pernah diuji dalam skala sebesar saat ini

Breeden menilai risiko utama bukan berasal dari sistem perbankan tradisional, melainkan dari potensi tekanan pada pasar kredit swasta yang semakin kompleks dan terhubung dengan sistem keuangan global

Peringatan ini menjadi sinyal bagi investor global untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, terutama di tengah kombinasi risiko geopolitik, inflasi, dan volatilitas pasar

Perang Iran dan Amerika Serikat sendiri masih berlangsung dengan kedua belah pihak beradu kekuatan melalui blokade dan penyiataan kapal dalam wilayah dari Selat Hormuz

Related Post