Kredit Perbankan Melambat di Awal 2026, BI Catat Pertumbuhan Kredit Baru 38,74 Persen

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Laju penyaluran kredit perbankan mengalami perlambatan signifikan pada triwulan I 2026 dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit baru tercatat sebesar 38,74 persen, menurun dari 88,92 persen pada triwulan IV 2025.

Data ini dirilis oleh Bank Indonesia melalui Survei Perbankan dan mencerminkan pola penyesuaian musiman di awal tahun.

Meski terjadi penurunan, pertumbuhan kredit masih didukung oleh segmen kredit konsumsi yang mencatat SBT 51,97 persen.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyatakan bahwa kredit konsumsi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit saat ini.

Kredit multiguna dan kredit tanpa agunan menjadi penopang utama kenaikan permintaan kredit konsumsi.

Sebaliknya, kredit pemilikan rumah dan kartu kredit justru mengalami perlambatan.

Perbankan juga mulai mengetatkan standar penyaluran kredit dengan Indeks Lending Standard tercatat positif 0,15.

Pengetatan terutama terjadi pada kredit investasi, termasuk dalam jangka waktu dan persyaratan administrasi.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap risiko ekonomi global yang masih dinamis.

Ke depan, prospek penyaluran kredit membaik dengan proyeksi SBT mencapai 96,65 persen pada triwulan II 2026.

Perbankan diperkirakan kembali agresif dalam menyalurkan kredit untuk modal kerja, investasi, dan konsumsi.

Standar penyaluran kredit juga diproyeksikan akan melonggar di periode mendatang.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit tahunan 2026 diperkirakan mencapai 8,06 persen.

Angka ini lebih rendah dari capaian 2025 sebesar 9,69 persen, namun tetap menunjukkan stabilitas ekonomi yang terjaga.

Perlambatan awal tahun dinilai sebagai fase penyesuaian siklikal, bukan indikasi pelemahan struktural ekonomi.

Faktor daya beli masyarakat dan kebijakan perbankan akan menjadi penentu pertumbuhan kredit ke depan.

Related Post