Kemenkeu Tegaskan Utang Indonesia Masih dalam Batas Aman di Tengah Tekanan Global

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Tekanan ekonomi global yang terus meningkat, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik, tidak membuat pemerintah Indonesia kehilangan kendali atas kesehatan fiskal nasional.

Kementerian Keuangan memastikan posisi utang pemerintah tetap terkendali dan berada dalam batas aman sesuai koridor yang prudent.

Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kementerian Keuangan, Noor Faisal Achmad, menegaskan bahwa pengelolaan fiskal dilakukan secara hati-hati untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dan rasio utang di bawah 60 persen.

“Di tengah tekanan, termasuk kenaikan harga minyak dunia, Indonesia lebih kuat dibandingkan negara sejawat. Dari sisi fiskal, kami menjaga defisit yang prudent, tetap di bawah 3 persen. Rasio utang juga dijaga di bawah 60 persen,” ujar Noor Faisal dalam forum ekonomi internasional di Jakarta, dikutip dari ANTARA.

Kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih relatif solid dibandingkan sejumlah negara lain yang menghadapi tantangan lebih berat akibat guncangan eksternal.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil di level tinggi dan inflasi yang terkendali menjadi indikator utama ketahanan ekonomi nasional.

Perbaikan indikator kesejahteraan, seperti penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, juga menjadi bukti bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pemerintah menyadari bahwa tekanan global, terutama dari sektor energi, belum akan mereda dalam waktu dekat dan dapat berdampak pada biaya hidup serta aktivitas ekonomi domestik.

Oleh karena itu, ruang fiskal yang sehat menjadi kunci utama dalam meredam dampak eksternal.

APBN ditempatkan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari gejolak global.

Dengan fondasi fiskal yang kuat, pemerintah memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan intervensi jika diperlukan.

“Dengan fiskal yang kuat, kita memiliki kemampuan lebih besar untuk meredam dampak gejolak eksternal tanpa mengganggu kredibilitas APBN,” jelas Noor Faisal.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah terus memantau perkembangan global secara intensif dan telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Strategi yang ditempuh mencakup pengendalian belanja, optimalisasi penerimaan negara, serta efisiensi anggaran untuk memastikan ruang fiskal tetap sehat.

Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi makro dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Tujuannya adalah mencegah tekanan global berdampak langsung pada kenaikan beban biaya hidup masyarakat luas.

Related Post