Kemenkeu Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tercapai Meski Bank Dunia Proyeksi Melambat

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Kementerian Keuangan menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan mencapai target 5,4 persen sesuai APBN, meskipun Bank Dunia memproyeksikan perlambatan ke level 4,7 persen.

Proyeksi Bank Dunia tersebut disampaikan dalam laporan terbarunya yang mengaitkan perlambatan ekonomi regional dengan eskalasi konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi global.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan optimisme pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan tersebut.

Febrio menyampaikan keyakinan itu saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Kamis (9/4/2026).

Ia menilai proyeksi lembaga internasional seperti Bank Dunia tidak selalu akurat karena sering kali dibentuk berdasarkan asumsi yang berbeda dengan kondisi riil di lapangan.

Pada tahun 2025, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen, namun realisasinya mencapai 5,1 persen.

Bank Dunia dalam laporannya menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik di luar China diproyeksikan hanya 4,1 persen pada 2026 akibat meningkatnya sentimen penghindaran risiko oleh investor global.

Meski demikian, lembaga tersebut mengakui bahwa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangga.

Kapasitas penyangga ekonomi nasional dinilai cukup mumpuni dalam menghadapi guncangan eksternal seperti volatilitas harga komoditas dan ketegangan geopolitik.

Febrio menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat fundamental ekonomi melalui percepatan belanja negara dan upaya menjaga daya beli masyarakat.

Inisiatif investasi nasional serta penerimaan dari sektor komoditas diharapkan menjadi penopang utama di tengah tingginya harga minyak dunia.

Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi data ekonomi untuk membangun kepercayaan investor global.

Sinergi kebijakan fiskal dan penguatan investasi domestik menjadi strategi utama dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Febrio menyatakan bahwa pemerintah akan terus menunjukkan performa ekonomi yang nyata untuk meyakinkan pasar internasional.

Optimisme ini diharapkan mampu meredam dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global yang terus menghantui perekonomian negara berkembang.

Related Post