Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp50.000 per gram pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
Kini, harga emas Antam berada di level Rp2.900.000 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik global yang sempat memicu volatilitas pasar.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua minggu turut menenangkan pelaku pasar dan mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi.
Imbasnya, tekanan inflasi global berkurang, yang mendukung penguatan harga logam mulia.
Selain harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp95.000 menjadi Rp2.664.000 per gram dari sebelumnya Rp2.569.000.
Penguatan harga terjadi merata pada berbagai pecahan emas batangan.
Emas 0,5 gram naik menjadi Rp1.500.000 dari sebelumnya Rp1.475.000.
Untuk pecahan 2 gram, harganya kini mencapai Rp5.740.000, naik dari Rp5.640.000 sehari sebelumnya.
Pecahan 5 gram meningkat menjadi Rp14.275.000 dari Rp14.025.000.
Adapun untuk pecahan lebih besar, seperti 10 gram dan 25 gram, masing-masing dibanderol Rp28.495.000 dan Rp71.112.000.
Meskipun menguat, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 29 Januari 2026, yaitu Rp3.168.000 per gram.
Daftar harga emas Antam per 8 April 2026 mencakup pecahan 50 gram seharga Rp142.145.000, 100 gram sebesar Rp284.212.000, 250 gram senilai Rp710.265.000, 500 gram seharga Rp1.420.320.000, dan 1.000 gram mencapai Rp2.840.600.000.
Kenaikan harga emas ini menjadi kabar penting bagi investor dan masyarakat yang memanfaatkan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.





