Harga Emas Dunia Fluktuatif di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Dinamika Kebijakan AS

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan dinamika kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Pada Minggu, 26 April 2026, harga emas dunia ditutup di level US$4.708 per troy ounce, sementara harga logam mulia domestik berada di kisaran Rp2.845.000 per gram.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa secara teknikal, level support pertama emas dunia berada di US$4.651 per troy ounce, dengan proyeksi harga logam mulia domestik di Rp2.800.000 per gram.

Support kedua diperkirakan terbentuk di level US$4.560 per troy ounce untuk emas dunia, dan Rp2.790.000 per gram untuk logam mulia domestik.

Sebaliknya, jika harga menguat, resistance pertama diproyeksikan di US$4.779 per troy ounce, dengan potensi kenaikan harga logam mulia hingga Rp2.865.000 per gram.

Resistance kuat berikutnya berada di kisaran US$4.823 per troy ounce untuk emas global, yang bisa mendorong harga logam mulia domestik mendekati Rp2.980.000 per gram.

Menurut Ibrahim Assuaibi, pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan yang masih penuh ketidakpastian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan untuk menghancurkan kapal Iran di Selat Hormuz, namun di sisi lain membuka peluang gencatan senjata permanen, menciptakan sentimen campuran di pasar komoditas global.

Iran menolak pertemuan lanjutan setelah Amerika Serikat menangkap kapal tanker Iran yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Ibrahim menambahkan bahwa Israel terus melakukan serangan terhadap Lebanon Selatan, memperparah ketegangan regional yang turut memengaruhi sentimen pasar terhadap aset safe haven seperti emas.

Related Post