Bank of England Peringatkan Potensi Koreksi Pasar Global di Tengah Ketegangan Iran-AS

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Bank of England memperingatkan potensi penurunan pasar saham global karena harga aset dinilai belum mencerminkan risiko ekonomi yang sedang meningkat.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bank of England, Sarah Breeden, di tengah ketidakpastian global yang diperparah oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat pada 2026.

Breeden menyebut bahwa meskipun pasar berada di level tertinggi sepanjang masa, terdapat banyak risiko ekonomi yang belum sepenuhnya diperhitungkan oleh pelaku pasar.

Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa berbagai risiko seperti guncangan makroekonomi, penurunan kepercayaan pada kredit swasta, dan koreksi valuasi sektor teknologi serta kecerdasan buatan bisa terjadi secara bersamaan.

Bank of England mencatat bahwa konflik Iran-AS telah memicu gejolak pada ekonomi global, termasuk pelemahan pertumbuhan, kenaikan inflasi, dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Sarah Breeden menekankan bahwa sistem kredit swasta global yang kini mencapai nilai sekitar 2,5 triliun dolar AS dalam dua dekade terakhir belum pernah diuji dalam kondisi krisis skala besar.

Menurutnya, risiko sistemik lebih mungkin muncul dari pasar kredit swasta yang kompleks dan terhubung dengan sistem keuangan global, bukan dari perbankan tradisional.

Di wilayah Selat Hormuz, Iran dikabarkan menembaki dua kapal dagang berbendera Panama dan Liberia, MSC Francesca dan Epaminondas, dengan alasan pelanggaran navigasi dan operasi tanpa izin.

Kapal Epaminondas mengalami kerusakan pada anjungan akibat tembakan dan granat roket dari kapal cepat Garda Revolusi Iran, namun tidak ada korban jiwa di antara 21 awaknya dari Ukraina dan Filipina.

Sementara itu, MSC Francesca terkena tembakan delapan mil laut dari wilayah Iran tetapi tidak mengalami kerusakan signifikan dan seluruh awak dinyatakan selamat.

Di sisi lain, Amerika Serikat melaporkan telah mencegat tiga tanker minyak berbendera Iran di kawasan Asia, termasuk supertanker Deep Sea, Sevin, dan Dorena, yang membawa total jutaan barel minyak mentah.

Supertanker Dorena, yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, kini dikawal oleh kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah dialihkan dari perairan lepas pantai India.

Peristiwa ini memperparah ketegangan geopolitik dan berdampak pada jalur perdagangan strategis, khususnya pasokan energi global yang melintasi Selat Hormuz.

Peringatan Bank of England menjadi sinyal bagi investor global untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap volatilitas pasar, risiko geopolitik, dan potensi koreksi aset di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Related Post