Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun, Pemerintah Klaim Masih dalam Batas Aman

Ardian Santo

July 7, 2026

2
Min Read

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB. Meski demikian, secara tahunan defisit APBN membaik dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 0,84 persen terhadap PDB.

“Defisit APBN semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Di sisi pendapatan, pemerintah membukukan penerimaan negara sebesar Rp1.459,4 triliun, atau 46,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year on year).

Purbaya menjelaskan, peningkatan penerimaan negara didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, penguatan pengawasan, reformasi perpajakan, serta perbaikan tata kelola di sektor pajak, bea cukai, dan layanan kementerian/lembaga maupun Badan Layanan Umum (BLU).

Dari total pendapatan tersebut, penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN, meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp271 triliun atau 59 persen dari target, tumbuh 21,6 persen secara tahunan.

Menurut Purbaya, kinerja penerimaan pajak menunjukkan tren yang semakin positif. Sepanjang enam bulan pertama 2026, penerimaan pajak tumbuh 24,6 persen, berbalik dari kontraksi sebesar 7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

“Reformasi perpajakan dan reformasi organisasi maupun personalia perpajakan sudah memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Saya pikir ke depannya akan terus membaik,” katanya.

Sementara itu, belanja negara hingga akhir Semester I 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target APBN, meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.296,8 triliun atau 41,2 persen dari pagu anggaran, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 29,4 persen.

Seiring perkembangan tersebut, APBN Semester I 2026 masih mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp85,1 triliun. Adapun realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp452 triliun atau sekitar 65,6 persen dari target APBN tahun 2026.

Related Post

https://cuths.com/societies/big-band/ https://ceria158link.pages.dev/ https://cooleyscomfort.com/about-us/ https://cooleyscomfort.com/services/ https://cooleyscomfort.com/qualifications/ https://cooleyscomfort.com/mesa/ https://cooleyscomfort.com/reviews/ https://cooleyscomfort.com/join-our-team/ https://cooleyscomfort.com/special-offers/ https://cooleyscomfort.com/financing/ https://cooleyscomfort.com/memberships/ https://cooleyscomfort.com/videos/ https://cooleyscomfort.com/referral-program/ https://cooleyscomfort.com/contact-us/ https://cooleyscomfort.com/service-area/ https://parkridgepaintingservice.com/ https://anvatace.com/tong-quan-ve-doanh-nghiep/ https://anvatace.com/gioi-thieu-chung/ https://anvatace.com/shop/ https://anvatace.com/trang-chu/ https://anvatace.com/lien-he/ https://anvatace.com/gioi-thieu/