PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital baru bernama Askara Connect dan Askara Collab untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat penyelesaian masalah transaksi bagi mitra bisnisnya.
Layanan ini diluncurkan sebagai respons terhadap kompleksitas sistem pembayaran digital dan fragmentasi antar fungsi teknis, operasional, serta bisnis yang selama ini menghambat proses identifikasi gangguan transaksi.
Askara Connect merupakan dashboard terintegrasi yang memungkinkan mitra memantau status transaksi dan tingkat keberhasilan atau success rate secara real-time, serta mengidentifikasi akar masalah dari kegagalan transaksi dengan lebih cepat.
CEO PT ALTO Network, Gretel Griselda, menjelaskan bahwa melalui Askara Connect, seluruh anggota dapat langsung mengetahui jika terjadi masalah dan segera mengetahui penyebab utamanya.
Sementara itu, Askara Collab berfungsi sebagai platform komunikasi terintegrasi yang menyampaikan notifikasi dan peringatan secara langsung serta terhubung dengan sistem ticketing internal perusahaan untuk mempercepat respons terhadap kendala operasional.
“Jadi baik itu berupa suspect rate, bisa berupa alert-alert yang dibutuhkan oleh customer, ticketing-nya itu langsung ter-connect dengan sistem ticketing kami,” jelas Gretel dalam konferensi pers Bisnis Update & Peresmian ASKARA Connect & ASKARA Collab, Kamis (9/4/2026).
Kedua layanan ini diberikan secara otomatis kepada seluruh anggota ALTO tanpa biaya tambahan, sebagai solusi berbasis business-to-business (B2B).
Askara Collab telah mulai digunakan sejak Maret 2026, sedangkan Askara Connect dijadwalkan diimplementasikan secara penuh pada pekan depan.
ALTO mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 89 persen secara tahunan dalam periode Maret 2025 hingga Maret 2026, meskipun nilai rata-rata transaksi (ticket size) mengalami penurunan sebesar 16 persen.
Penurunan tersebut mencerminkan bahwa masyarakat masih aktif bertransaksi, namun cenderung menghindari pembelanjaan dalam nominal besar.
Target utama dari integrasi kedua layanan ini adalah mempercepat proses investigasi dan penyelesaian transaksi bermasalah, termasuk transaksi tertunda yang dapat mengganggu aliran dana antara bank, merchant, dan konsumen.
“Harapannya dalam menginvestigasi sebuah permasalahan bisa lebih cepat resolusinya, sehingga resolusi waktu yang lebih cepat,” ujar Gretel.





