BRI Bagikan Dividen Final Rp31,47 Triliun, Total Capai Rp52,1 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31,47 triliun.

Total dividen yang dibagikan sepanjang tahun buku 2025 mencapai Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham.

Pembagian dividen ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 10 April 2026.

Sebelumnya, BRI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp20,6 triliun pada 15 Januari 2026.

Kinerja keuangan BRI pada 2025 tercatat solid dengan laba konsolidasian mencapai Rp57,132 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun per 31 Desember 2025.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan pembagian dividen mencerminkan komitmen perseroan memberikan nilai optimal bagi investor.

Keputusan tersebut didukung oleh kinerja kuat dan pengelolaan risiko yang terjaga.

Hery menuturkan bahwa penguatan segmen UMKM sebagai core business serta transformasi digital menjadi penopang utama kinerja BRI.

Akselerasi digital dinilai meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan.

Penetapan dividen dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.

Cum date untuk pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 April 2026.

Ex dividen dimulai pada 21 April 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.

Untuk pasar tunai, cum date ditetapkan pada 22 April 2026 dan ex dividen berlaku sejak 23 April 2026.

Recording date ditetapkan pada 22 April 2026 sebagai tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 Mei 2026.

Hery menekankan bahwa fundamental bisnis BRI tetap kuat dan berkelanjutan di tengah persaingan industri perbankan.

Ia juga menyebut peran BRI sebagai bagian dari Danantara memberi nilai strategis dalam pembagian dividen ini.

BRI dinilai konsisten mendukung pembangunan nasional melalui kontribusi ekonomi dan keuangan inklusif.

Basis bisnis yang kuat di segmen UMKM menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI sepanjang 2025.

Kombinasi model bisnis UMKM dan digitalisasi membuktikan relevansi BRI di tengah perubahan industri keuangan.

Dengan pembagian dividen final ini, BRI mempertegas posisinya sebagai salah satu emiten perbankan paling menarik di pasar modal Indonesia.

Related Post