Dolar AS Tembus Rp17.078, Pemerintah Pantau Dampak terhadap Stabilitas Ekonomi

Ardian Santo

May 1, 2026

1
Min Read

Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menembus level Rp17.000 pada perdagangan pagi hari, tepatnya mencapai Rp17.078 pada Selasa (7/4/2026), menurut data Bloomberg pukul 09.14 WIB.

Penguatan dolar AS ini tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia-Pasifik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar yang terjadi bukan hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga oleh berbagai mata uang lain di dunia.

Ia menekankan bahwa fluktuasi nilai tukar saat ini merupakan fenomena global yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi internasional.

Dolar AS tercatat menguat 0,18 persen terhadap won Korea Selatan, 0,16 persen terhadap dolar Singapura, dan 0,24 persen terhadap ringgit Malaysia.

Peso Filipina melemah hingga 0,32 persen, sementara yuan China turun tipis 0,10 persen dan yen Jepang terdepresiasi 0,13 persen.

Baht Thailand mengalami pelemahan terdalam di kawasan Asia dengan penurunan mencapai 0,37 persen terhadap dolar AS.

Pemerintah terus memantau dampak dari penguatan dolar AS terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Related Post