Harga Emas Global Turun di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS, Dipicu Aksi Jual untuk Likuiditas

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Harga emas global mengalami penurunan pada April 2026 meskipun terjadi eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual cadangan emas oleh sejumlah negara yang membutuhkan likuiditas besar dalam jangka pendek.

Berdasarkan data pasar spot Bloomberg, harga emas berada di kisaran US$4.800 per troy ons, setelah sempat menembus level US$5.000 per troy ons pada awal tahun.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya menjelaskan bahwa pelemahan harga emas bukan disebabkan perubahan fundamental pasar, melainkan kebutuhan darurat cashflow negara-negara tertentu.

“Terjadi penurunan emas di saat perang makin meningkat, itu karena ada kebutuhan negara-negara ini memiliki cashflow dalam jumlah besar, sehingga emasnya dijual, emasnya pun harganya turun,” kata Yazid di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menekankan bahwa penurunan ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan perubahan tren jangka panjang terhadap emas sebagai safe haven asset.

Menurut Yazid, volatilitas harga emas saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor likuiditas dan respons jangka pendek pelaku pasar terhadap ketidakpastian geopolitik global.

“Tapi kalau saya lihat itu secara fundamental, turunnya sesaat karena ada kebutuhan itu,” ujarnya.

Ia mengingatkan investor untuk tidak melakukan transaksi emas dengan orientasi jangka pendek, terutama di tengah kondisi pasar yang sangat fluktuatif.

“Kalau memang sekarang lagi turun, bisa dilakukan secara bertahap. Jangan bertransaksi emas untuk short term,” tegasnya.

Yazid juga menyoroti risiko tinggi di pasar perdagangan berjangka akibat volatilitas ekstrem, yang menuntut manajemen risiko yang lebih ketat dari pelaku pasar.

Selain faktor eksternal, ia menyebut kerugian investor sering kali disebabkan oleh lemahnya money management dan pengambilan risiko yang berlebihan.

“Banyak orang kalah bukan karena market, tapi karena tidak punya money management,” pungkasnya.

Related Post