Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) serta para pelaku industri mencanangkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026.
Acara pencanangan digelar pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa.
Program ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat terhadap instrumen reksa dana sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang dan penguatan pasar keuangan domestik.
Sejalan dengan program tersebut, aplikasi investasi digital Bibit.id menegaskan perannya sebagai pelopor Systematic Investment Plan (SIP) atau Nabung Rutin di Indonesia.
Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya, menyatakan bahwa program PINTAR Reksa Dana sejalan dengan misi Bibit sejak awal untuk membantu masyarakat mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Menurutnya, SIP telah terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun kekayaan jangka panjang, seperti yang terlihat dari pengalaman India.
Bibit.id telah menyediakan fitur goal-setting dan Systematic Investment Plan sejak tahun 2020 untuk mendorong investasi yang terencana dan berkala.
SIP merupakan strategi yang menggabungkan kekuatan compounding dan dollar cost averaging, dengan menyetorkan dana secara rutin ke reksa dana dalam jumlah tetap dan jangka waktu tertentu.
Strategi ini cocok untuk berbagai tujuan keuangan, seperti membeli hunian impian dalam 10 tahun ke depan, dengan pendekatan yang disiplin, mudah, fleksibel, dan terdiversifikasi.
Hilmawan menekankan bahwa kunci keberhasilan investasi adalah disiplin dan pemilihan instrumen yang tepat sesuai tujuan keuangan.
Esensi SIP adalah membiasakan masyarakat untuk konsisten berinvestasi secara rutin, bukan menunggu modal besar.
Ia juga menyarankan investor untuk melakukan diversifikasi guna mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu instrumen investasi.
Menurut Hilmawan, SIP merupakan strategi investasi yang aman, menguntungkan, dan cocok untuk investasi jangka panjang.
Di India, kampanye “Mutual Fund Sahi Hai” oleh Association of Mutual Funds in India (AMFI) sejak 2017 berhasil meningkatkan pertumbuhan Average Assets Under Management (AAUM) sebesar 33% dalam dua tahun pertama.
Sejak awal kampanye hingga 2026, AAUM reksa dana di India tumbuh hingga 600%.
Chalasani, Chief Executive AMFI, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan efektivitas kampanye edukasi dan SIP dalam mengubah perilaku investasi masyarakat.
Hilmawan optimistis Indonesia dapat meniru kesuksesan India, mengingat jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai lebih dari 26 juta orang.





