OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Meski Geopolitik Global Memanas

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun perekonomian global menghadapi peningkatan ketidakpastian akibat eskalasi ketegangan geopolitik.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK untuk bulan Maret 2026 yang digelar pada 1 April 2026.

Dia menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Teluk telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Kondisi ini, menurutnya, turut mempersempit ruang gerak kebijakan moneter bank sentral di berbagai negara serta menghidupkan kembali ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lama atau ‘higher for longer’.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan interim economic outlook Maret 2026 merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.

Perekonomian Amerika Serikat dinilai tertekan oleh inflasi yang masih persisten dan kenaikan tingkat pengangguran, sementara The Fed kini cenderung tidak akan menaikkan suku bunga sama sekali pada 2026 setelah sebelumnya hanya memproyeksikan satu kali kenaikan.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh perbaikan permintaan dan penawaran serta stimulus dari sektor keuangan, meski tetap menurunkan target pertumbuhan karena tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal.

Di dalam negeri, inflasi inti pada Maret 2026 mengalami penurunan, sementara konsumsi masyarakat tetap kuat dengan pertumbuhan penjualan ritel mencapai 6,89 persen year-on-year dan penjualan kendaraan bermotor yang solid.

PMI manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif, menunjukkan aktivitas produksi terus tumbuh.

Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 berada di level yang memadai dan neraca perdagangan mencatatkan surplus.

Related Post