Rupiah Melemah ke Rp17.105 per Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik AS-Iran

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis ke level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/4/2026).

Pelemahan satu poin dari posisi sebelumnya di Rp17.104 dipicu oleh ketegangan geopolitik global, khususnya setelah Amerika Serikat mengumumkan blokade terhadap lalu lintas maritim masuk dan keluar pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS menyatakan blokade mulai diberlakukan pada pukul 14.00 GMT, mencakup seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Blokade diterapkan secara imparsial terhadap kapal dari semua negara yang berlayar ke atau dari wilayah pesisir Iran.

Pasukan AS menegaskan tidak akan menghalangi kebebasan navigasi kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan akan menindak tegas setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz, yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Di tengah situasi global yang memanas, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan eksternal menjadi faktor utama pelemahan rupiah.

Secara domestik, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dari realisasi 2025 sebesar 5,1 persen, namun masih di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen.

ADB menilai proyeksi tersebut masih berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen.

Lembaga tersebut mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik global dan fluktuasi harga energi tetap menjadi risiko utama bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Selain itu, kebijakan moneter ketat AS yang berlanjut dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer) berpotensi memicu volatilitas aliran modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

ADB merekomendasikan pemerintah untuk mempercepat reformasi struktural guna meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan RI menyatakan bahwa level rupiah di Rp17.105 sudah masuk dalam skenario stress test pemerintah.

Related Post