Rupiah Menguat ke Rp17.286 per Dolar AS, Didukung Kondisi APBN yang Kuat

Ardian Santo

April 28, 2026

1
Min Read

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (24/4/2026).

Rupiah ditutup menguat 57 poin dibandingkan posisi sebelumnya menjadi Rp17.286 per dolar AS.

Penguatan tersebut dipicu oleh kepercayaan pasar terhadap ketahanan fiskal Indonesia di tengah gejolak harga komoditas energi akibat konflik di Timur Tengah.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menghadapi tekanan belanja subsidi meskipun harga minyak mentah dunia melampaui asumsi makro APBN 2026 sebesar US$100 per barel.

Ia menekankan bahwa Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang mencapai Rp423 triliun belum digunakan sama sekali untuk menutup defisit subsidi energi.

SAL, menurutnya, menjadi buffer terakhir untuk menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3% terhadap PDB sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara.

Bank Indonesia juga turut memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar melalui bauran kebijakan moneter dan intervensi di berbagai pasar valas.

Intervensi dilakukan secara simultan di pasar offshore non-deliverable forward (NDF), pasar spot, dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

BI bahkan memperluas operasi moneter dengan transaksi valas berbasis yuan offshore guna mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.

Langkah ini dinilai mendukung stabilitas eksternal serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi luar negeri.

Related Post