Hari Buruh Internasional, atau yang dikenal sebagai May Day, diperingati setiap 1 Mei sebagai bentuk solidaritas global terhadap perjuangan pekerja dalam menuntut hak-hak yang adil dan perlindungan kerja yang layak.
Peringatan ini bermula dari kondisi eksploitatif terhadap buruh pada abad ke-19, terutama selama Revolusi Industri di Amerika Serikat dan Eropa Barat, di mana para pekerja dipaksa bekerja hingga 16 jam per hari dengan upah rendah dan tanpa jaminan keselamatan.
Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886, ketika ribuan buruh di Amerika Serikat menggelar mogok kerja besar-besaran untuk menuntut penerapan jam kerja delapan jam sehari, yang kemudian memicu serangkaian peristiwa berdarah di Chicago.
Tragedi Haymarket terjadi pada 4 Mei 1886, saat pertemuan damai buruh di Haymarket Square, Chicago, berubah menjadi kekacauan setelah ledakan bom meledak di tengah kerumunan, diikuti tembakan balasan dari polisi, yang menewaskan tujuh petugas dan setidaknya empat warga sipil.
Delapan pemimpin buruh anarkis ditangkap dan diadili, empat di antaranya dieksekusi pada 1887, meskipun bukti keterlibatan mereka tidak meyakinkan, dan pada 1893 Gubernur Illinois John Peter Altgeld memberikan pengampunan karena ketidakadilan dalam proses hukum.
Pada Juli 1889, Kongres Sosialis Internasional Kedua di Paris secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk memperingati perjuangan buruh dan mendorong pengurangan jam kerja menjadi delapan jam per hari.
Di Indonesia, peringatan May Day pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Tang Hwee di Semarang, namun sempat dilarang selama masa kolonial Belanda dan pemerintahan Orde Baru karena dikaitkan dengan ideologi komunis.
Setelah era reformasi, peringatan Hari Buruh kembali digelar secara luas, dan pada tahun 2013, pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional sebagai bentuk pengakuan atas peran buruh dalam pembangunan bangsa.
Peringatan May Day di Indonesia pada 2026 diprediksi akan kembali diwarnai aksi unjuk rasa di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, dengan Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di kawasan Monas.
Sejumlah kereta api juga akan berhenti di Stasiun Jatinegara untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung selama peringatan Hari Buruh di Monas.
May Day pada 1 Mei 2026 tetap menjadi hari libur nasional, dan perusahaan logistik serta layanan pengiriman paket menyesuaikan jadwal operasional mereka selama periode tersebut.
Meskipun awalnya diperingati sebagai simbol perlawanan terhadap eksploitasi buruh, kini May Day juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk membuka lowongan kerja, seperti Unifam, GoTo, dan IHC yang membuka rekrutmen pada 2026.
Peringatan ini terus menjadi pengingat penting akan perjuangan panjang pekerja untuk mendapatkan keadilan, perlindungan, dan pengakuan dalam sistem ketenagakerjaan.





