PT ALTO Network mencatat lonjakan transaksi QRIS sebesar 89% secara tahunan selama periode Maret 2025 hingga Maret 2026.
CEO PT ALTO Network, Gretel Griselda, menyatakan bahwa peningkatan tersebut terlihat dari sisi jumlah dan volume transaksi yang naik masing-masing 89% dan 50%.
Meskipun jumlah transaksi meningkat, nilai rata-rata belanja atau ticket size justru turun sekitar 16% dibanding periode sebelumnya.
Gretel mencontohkan, masyarakat masih membeli kopi setiap hari, tetapi pilihan produknya beralih ke yang lebih terjangkau, misalnya dari harga Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu.
Menurutnya, tren ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, meskipun terjadi penyesuaian pola konsumsi di tengah dinamika ekonomi global.
Ia menjelaskan, selama Ramadan, aktivitas konsumsi tetap tinggi, namun masyarakat cenderung menghindari pengeluaran besar secara nominal.
Gretel menilai tren peningkatan transaksi menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan konsumsi, meskipun diprediksi lajunya akan melambat ke depan.
“Kami masih melihat adanya tren peningkatan dan rasanya akan tetap meningkat,” ujarnya dalam konferensi pers Bisnis Update & Peresmian ASKARA Connect & ASKARA Collab, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kondisi global yang volatil, termasuk tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, belum menghentikan aktivitas transaksi, tetapi berdampak pada perlambatan pertumbuhan.
ALTO memproyeksikan pertumbuhan transaksi QRIS akan berlanjut dalam satu tahun ke depan, namun dengan ritme yang lebih moderat dibanding tahun lalu.
“Kami rasa peningkatannya akan lebih sedikit, tapi sampai saat ini trennya masih positif,” tambah Gretel.
Saat ini, ALTO belum menetapkan target spesifik karena tingginya volatilitas global yang memengaruhi akurasi proyeksi bisnis.
Perusahaan lebih fokus pada kesiapan operasional dan penguatan strategi untuk menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.





