Transformasi BRI Dorong Kinerja Bisnis Solid, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Ardian Santo

April 27, 2026

3
Min Read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan pertumbuhan bisnis yang semakin solid.

Kinerja ini didorong oleh keberhasilan implementasi transformasi perusahaan melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite.

Segmen komersial kini menjadi motor pertumbuhan baru bagi bank pelat merah tersebut.

Penguatan segmen ini dilakukan melalui optimalisasi rantai nilai dan penyempurnaan jaringan bisnis.

Langkah strategis ini berhasil meningkatkan penetrasi pasar BRI.

Kinerja kredit komersial BRI menunjukkan lonjakan signifikan.

Hingga tahun 2025, nilai kredit pada segmen ini mencapai Rp61,4 triliun.

Angka ini meningkat Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara tahunan, pertumbuhan tercatat sebesar 58,4 persen.

Tren pertumbuhan juga konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai kredit komersial pada tahun 2021 sebesar Rp20,8 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp38,7 triliun pada tahun 2024.

Angka tersebut melonjak tajam pada tahun 2025, mendekati tiga kali lipat dari posisi empat tahun sebelumnya.

Dari sisi portofolio, pembiayaan BRI menunjukkan diversifikasi yang kuat.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis APBN sebesar 20 persen.

Sektor energi menyumbang 12 persen, konstruksi 11 persen, serta perdagangan dan pangan masing-masing 10 persen.

Industri pengolahan berkontribusi sebesar 8 persen.

Sejalan dengan akselerasi ini, pangsa pasar segmen komersial BRI menunjukkan peningkatan konsisten.

Pangsa pasar naik dari 2,1 persen pada tahun 2021 menjadi 5,2 persen pada tahun 2025.

Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan solid.

Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan signifikan hingga 7,6 persen pada tahun 2025.

Perbaikan ini berjalan seiring penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menyatakan salah satu fokus utama transformasi adalah pilar Revamp Existing Core.

Pilar ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis komersial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan transaksi.

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah,” ujar Alexander Dippo Paris Y. S.

Ia menambahkan bahwa segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional.

Segmen ini juga menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan komprehensif.

Ini mencakup kredit modal kerja untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek dan kredit investasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Khusus bagi nasabah komersial, BRI menghadirkan beragam produk pengelolaan kas yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Salah satunya melalui platform digital QLola by BRI.

QLola menawarkan fitur-fitur terintegrasi guna mempermudah pengaturan dan pengendalian keuangan perusahaan.

Melalui QLola, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran pajak, transfer online, dan pembayaran billing.

Platform ini juga memungkinkan pemantauan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh untuk menunjang pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

“Melalui ekosistem perbankan bisnis yang komprehensif, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar, BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo.

Related Post