PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama 14 BUMN lainnya menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Kegiatan ini berlangsung pada 22 hingga 24 April 2026 di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Program kolaboratif ini melibatkan PT Pelabuhan Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Pegadaian, PT Pelayaran Nasional Indonesia, Indonesia Financial Group, AirNav Indonesia, PT Taspen, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Jaminan Kredit Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan Perum DAMRI.
Di Kampung Mutus, kegiatan difokuskan pada rehabilitasi ekosistem laut melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan pemasangan 650 fragmen karang yang disertai edukasi pelestarian lingkungan.
Masyarakat juga mendapatkan pelatihan dan sertifikasi selam bagi kelompok konservasi serta pendampingan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan ekonomi lokal.
Akses listrik diperluas kepada 119 rumah dengan perkiraan 500 penerima manfaat, sementara di bidang pendidikan dilakukan renovasi fasilitas belajar di SD YPK Effata Mutus dan SMPN 11 Raja Ampat.
Sedangkan di Kampung Manyaifun, program mencakup penyediaan listrik untuk 59 rumah yang menjangkau sekitar 117 warga, ditambah renovasi fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam TJSL ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan manfaat lebih dari sekadar layanan transportasi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Direktur TJSL BP BUMN, Edi Eko Cahyono, menilai kolaborasi lintas BUMN menjadi strategi efektif untuk mewujudkan program TJSL yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan melalui pendekatan multi intervensi.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program TJSL sebelumnya seperti penanaman mangrove di Bitung, transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo, beasiswa di Sumbawa, dan dukungan UMKM di wilayah timur Indonesia.
Ia menekankan bahwa program-program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih, dan perlindungan ekosistem laut.
“Melalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Windy.





