Kementan Perkuat Hortikultura Lahan Kering di Enrekang Hadapi El Nino

Ardian Santo

April 27, 2026

2
Min Read

Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor hortikultura di lahan kering Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) pada Sabtu, 25 April 2026.

Upaya ini dilakukan untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, dengan fokus pada peningkatan produksi, teknologi, dan kelembagaan petani di wilayah tersebut.

Program HDDAP dirancang sebagai strategi adaptasi perubahan iklim, khususnya menyasar dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air.

Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan mendorong pembangunan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menjelaskan bahwa program ini akan mencakup 10 kecamatan di Enrekang.

Fokus utamanya adalah pengembangan bawang merah di 13 klaster dan kentang di 4 klaster.

Bawang merah sendiri disebut menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan nilai perputaran yang diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.

Freddy menekankan pentingnya sinergi lintas pihak untuk keberhasilan program ini.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura,” kata Freddy, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (25/4).

Ia menambahkan, “Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern.”

Program ini juga bertujuan untuk mendorong petani naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

Dengan pendekatan ini, pengelolaan agribisnis dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas.

Related Post