Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi mutasi masuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026.
Pengumuman tersebut diterbitkan melalui Surat Nomor PENG-9/SJ/2026 pada Senin, 27 April 2026.
Pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi diwajibkan melanjutkan ke tahapan uji kompetensi.
Sementara itu, pelamar yang namanya tidak tercantum dalam lampiran pengumuman dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj RI, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, seleksi ini bertujuan menciptakan SDM ASN yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian tinggi dalam melayani umat.
Tahapan uji kompetensi kini menggunakan sistem baru berbasis komputer, yaitu Computer Assisted Competency Test (CACT).
Metode ini menggantikan wawancara untuk meningkatkan objektivitas, efektivitas, dan kualitas penilaian kompetensi peserta.
Uji kompetensi akan dilaksanakan pada 18 hingga 22 Mei 2026 di Kantor Regional BKN dan UPT BKN seluruh Indonesia.
Lokasi pelaksanaan tersebar di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, Medan, Makassar, Aceh, hingga wilayah Indonesia Timur.
Pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan antara 23 Mei hingga 16 Juni 2026.
Proses mutasi direncanakan berlangsung pada 17 hingga 30 Juni 2026, dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Mutasi pada 1 hingga 31 Juli 2026.
Ratusan peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah lolos ke tahap uji kompetensi.
Kemenhaj mengimbau seluruh peserta untuk memantau informasi resmi melalui situs haji.go.id dan asnkarier.bkn.go.id.
Media sosial resmi Kemenhaj juga menjadi sumber informasi teknis lanjutan terkait pelaksanaan CACT.
Teguh menegaskan bahwa keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Ia mengajak seluruh peserta menjunjung profesionalisme dalam setiap tahapan seleksi.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemenhaj membangun birokrasi modern dan berorientasi pada pelayanan publik prima.
Terutama dalam penyelenggaraan haji, umrah, dan urusan keagamaan nasional.
Kemenhaj juga menegaskan komitmen penuh terhadap Zona Integritas dengan menolak suap atau gratifikasi dalam seluruh proses rekrutmen.
Dengan pendekatan berbasis kompetensi, diharapkan lahir ASN unggul yang humanis, profesional, dan berkeadaban.
Hasil seleksi administrasi dapat diakses melalui tautan https://cloud.haji.go.id/index.php/s/CtHMmFCzwZqWR3A.





