Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Melalui Sertifikasi Kompetensi Penyangrai

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Konsumsi kopi di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Pertumbuhan ini didorong oleh gaya hidup generasi muda, terutama Gen Z, yang semakin menjadikan kopi sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa konsumen kini tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga lebih memahami dan menuntut kualitas, cita rasa, serta keunikan dari setiap sajian.

Menurut data International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi di Indonesia tumbuh 50,02 persen selama 10 tahun terakhir.

Sementara itu, Euromonitor mencatat pertumbuhan kafe di Indonesia mencapai 16 persen per tahun.

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SDM Penyangraian Biji Kopi pada 15–16 April 2026 di Amuya Coffee Academy, Jakarta Pusat.

Kegiatan tersebut diikuti 17 peserta dari pelaku IKM kopi di wilayah Jabodetabek.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan sertifikasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis dan kompetensi coffee roaster guna mendukung daya saing dan kualitas produk kopi lokal.

Berdasarkan data SIINas, terdapat 1.501 unit IKM olahan kopi dan 78 perusahaan industri besar di sektor kopi nasional.

Indonesia juga memiliki 21 sentra IKM olahan kopi yang tersebar di berbagai daerah.

Reni menekankan bahwa peningkatan kualitas IKM kopi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia.

Badan Pusat Statistik mencatat ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 117,5 ribu ton pada 2024, dengan negara tujuan utama Malaysia, Timor Leste, Tiongkok, Filipina, dan Arab Saudi.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan resmi atas keterampilan pelaku usaha kopi.

Sertifikasi ini tidak hanya menjamin standar kompetensi, tetapi juga meningkatkan kredibilitas di mata konsumen dan pasar internasional.

Afrizal berharap pelaku IKM kopi dapat naik kelas menjadi industri yang lebih profesional, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Related Post