Amerika Serikat membatalkan rencana pengiriman dua utusannya ke Pakistan untuk melakukan negosiasi damai dengan Iran.
Keputusan ini diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal Februari 2026.
Alasannya adalah perjalanan dinilai terlalu mahal dan rumit, serta tawaran dari Iran dianggap belum memadai.
Trump menyatakan bahwa meskipun Iran sempat memperbaiki tawarannya setelah pembatalan, namun tetap tidak cukup menarik bagi pihak AS.
Ia juga menekankan bahwa kondisi internal kepemimpinan Iran saat ini kacau dan penuh ketidakpastian akibat serangkaian serangan AS yang menewaskan sejumlah elite mereka.
Menurut Trump, tidak ada yang jelas memimpin Iran saat ini, termasuk di kalangan mereka sendiri, sehingga AS merasa berada dalam posisi kuat dalam setiap kemungkinan perundingan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi baru saja menyelesaikan kunjungan ke Islamabad yang disebut produktif, tetapi gagal menghasilkan kesepakatan karena tidak ada pertemuan langsung dengan perwakilan AS.
Pakistan selama ini berperan sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran, namun pembatalan ini menjadi pukulan bagi upaya perdamaian yang sudah lama mandek.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat, terutama terkait ancaman blokade di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.
Lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat terganggu akibat konflik militer yang dipicu oleh serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyampaikan harapan adanya kelanjutan pembicaraan, meski mengakui hanya ada sedikit kemajuan nyata.
Meskipun demikian, pemerintah AS membuka kemungkinan dialog kembali jika Iran mengajukan tawaran yang lebih konkret dan dapat diterima.
Situasi geopolitik Timur Tengah tetap memanas, dengan prospek perdamaian jangka pendek antara kedua negara masih sangat rapuh.
Dampak dari ketegangan ini terus dirasakan oleh pasar energi global dan stabilitas keamanan kawasan.





