Kenaikan harga bitcoin pada April 2026 belum sepenuhnya meyakinkan pasar bahwa aset kripto tersebut telah keluar dari fase bearish.
Harga bitcoin stabil di kisaran US$78.000, menurut data dari Coinmarketcap, namun masih berada sekitar 40% di bawah level tertingginya sepanjang masa.
Beberapa analis memperkirakan potensi penurunan lebih dalam hingga ke level US$40.000, yang dipandang sebagai skenario risiko tinggi di tengah ketidakpastian pasar global.
Namun Analis Bitcoin James Check menyatakan bahwa skenario penurunan ke US$40.000 memiliki probabilitas sangat rendah dan hampir tidak mungkin terjadi secara statistik.
Dalam analisisnya, Check menggunakan Bitcoin Mean Reversion Index yang menggabungkan metrik seperti moving average 200 minggu, realized price, tren power law, dan indikator volume.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa jika bitcoin mencapai US$40.000, itu akan menjadi peristiwa langka dengan probabilitas hanya 0,4 persentil dari seluruh data historis.
Check menekankan bahwa kondisi tersebut setara dengan bitcoin diperdagangkan di bawah US$2 pada tahun 2011, sebuah skenario ekstrem yang nyaris tak terbayangkan saat ini.
Saat ini, harga bitcoin berada di sekitar persentil 31,5 menurut indeks tersebut, menunjukkan kondisi koreksi normal dalam siklus pasar meski masih relatif lemah.
Check mengingatkan bahwa meskipun tidak ada probabilitas nol di pasar keuangan, hasil seperti itu akan menjadi kejadian hampir tak pernah terjadi sebelumnya.
Pasar kripto dinilai masih berada dalam fase penyesuaian, dengan pergerakan harga ke depan bergantung pada sentimen pasar, likuiditas, dan faktor makroekonomi global.
Meskipun risiko penurunan tajam dinilai kecil, pelaku pasar tetap disarankan waspada karena volatilitas tinggi masih menjadi ciri dominan aset kripto di tahun 2026.





