IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Dipicu Aksi Jual Saham-Saham Besar dan Keluarnya Dana Asing

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sebesar 6,61% selama perdagangan pekan 20–24 April 2026.

Pekan tersebut berakhir di level 7.129,490, turun dari posisi sebelumnya 7.634,004.

Pelemahan ini dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan sumber daya alam.

Bursa Efek Indonesia mencatat tekanan terbesar berasal dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang menekan IHSG sebesar 108,47 poin setelah harganya anjlok 37,85% dalam sepekan.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul dengan kontribusi negatif 73,97 poin usai melemah 30,26%.

Saham emiten perbankan juga memberikan tekanan signifikan, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membebani indeks 56,45 poin akibat koreksi 10,5%, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 35,13 poin setelah turun 5,84%.

Penurunan juga terjadi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang menyeret IHSG 30,28 poin dengan pelemahan harga 9,35%, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 9,91% dan menekan indeks 16,71 poin.

Emiten lain seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga turut memberatkan pergerakan IHSG masing-masing sebesar 11,81, 11,01, 11,00, dan 9,39 poin.

Aksi jual terkonsentrasi pada saham likuid dan kapitalisasi besar sejalan dengan arus dana asing yang membukukan penjualan bersih senilai Rp2,95 triliun selama pekan lalu.

Dari sisi sektoral, indeks energi menjadi yang terdalam dengan penurunan 8,15%, disusul properti dan real estat minus 6,30%, infrastruktur minus 5,57%, dan teknologi minus 5,09%.

Satu-satunya sektor yang menguat adalah transportasi dan logistik sebesar 4,61%.

Secara regional, pelemahan IHSG merupakan yang terdalam di antara bursa utama ASEAN.

Pada periode yang sama, indeks Vietnam naik 2,93% dan Malaysia menguat 1,48%, sedangkan Thailand turun 1,78% dan Singapura melemah 1,50%.

Kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut 6,59% menjadi Rp12.736 triliun dari sebelumnya Rp13.635 triliun, mencerminkan tekanan valuasi yang signifikan terhadap emiten besar di pasar domestik.

Related Post