AS dan Lima Negara Amerika Latin Dukung Panama atas Dugaan Tekanan dari China

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Amerika Serikat bersama Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay, dan Trinidad-Tobago merilis pernyataan bersama yang menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Panama.

Dukungan tersebut muncul menyusul dugaan tekanan ekonomi dari China terhadap Panama terkait sengketa hukum atas pengelolaan pelabuhan di Terusan Panama.

Pernyataan itu dikeluarkan pada Rabu, 29 April 2026, dan menyoroti kekhawatiran atas politisasi perdagangan maritim serta pelanggaran kedaulatan negara-negara di kawasan Amerika Latin.

Negara-negara penandatangan menyatakan mereka memantau dengan kewaspadaan terhadap tekanan ekonomi yang ditargetkan oleh China, termasuk tindakan terbaru yang memengaruhi kapal berbendera Panama.

Panama disebut sebagai pilar penting dalam sistem perdagangan maritim global, yang harus bebas dari tekanan eksternal yang tidak semestinya.

Langkah ini bermula setelah Mahkamah Agung Panama membatalkan kerangka hukum yang mendukung konsesi pelabuhan kepada Panama Ports Company, anak usaha CK Hutchison asal Hong Kong.

Perusahaan tersebut menolak putusan pengadilan dan mengajukan arbitrase internasional dengan klaim lebih dari 2 miliar dolar AS, menuduh pemerintah Panama melakukan penyitaan aset secara ilegal.

Setelah putusan itu, dilaporkan terjadi peningkatan inspeksi dan penahanan kapal berbendera Panama di pelabuhan-pelabuhan China, yang dinilai sebagai bentuk retaliasi ekonomi.

Terusan Panama sendiri menangani sekitar 5 persen dari perdagangan maritim global, menjadikannya salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia.

Kasus ini mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China dalam memperebutkan pengaruh ekonomi dan infrastruktur global.

Washington telah lama mendorong negara-negara sekutu untuk membatasi keterlibatan China dalam proyek strategis, termasuk pelabuhan dan jalur perdagangan.

Dengan sengketa hukum yang belum terselesaikan dan tekanan politik yang meningkat, masa depan pengelolaan pelabuhan di Panama masih penuh ketidakpastian.

Jika ketegangan terus berlanjut, potensi gangguan terhadap arus perdagangan global dapat meningkat, mengingat posisi kunci Panama dalam rantai pasok internasional.

Related Post