Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan eksekusi 30 proyek strategis dalam rangka hilirisasi industri nasional yang terbagi dalam tiga fase utama.
Proyek ini diproyeksikan menjadi katalisator transformasi struktur ekonomi Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 600.000 orang secara kumulatif.
CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyampaikan laporan progres tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Cilacap pada Rabu (29/4/2026).
Rosan menjelaskan bahwa pelaksanaan program hilirisasi nasional yang diamanatkan kepada Danantara merupakan bagian dari fase kedua, setelah fase pertama digelar pada 6 Februari 2026 di 11 lokasi.
Fase kedua ini dilaksanakan serentak di 13 titik groundbreaking yang diresmikan langsung oleh Presiden.
Danantara telah mencatat akumulasi nilai investasi dari proyek-proyek hilirisasi sebesar 26 miliar dolar AS hingga April 2026.
Rosan menambahkan bahwa fase ketiga telah direncanakan dan mencakup enam proyek hilirisasi nasional tambahan, sehingga total keseluruhan proyek mencapai 30.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, termasuk koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat implementasi proyek dan menciptakan nilai tambah, industri, serta lapangan kerja.
Rosan menyatakan bahwa proyek-proyek ini bukan hanya mendorong industrialisasi, tetapi juga menjadi kunci penciptaan lapangan kerja massal yang berkelanjutan.
Pemerintah menilai hilirisasi sebagai strategi inti dalam mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.





