Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM di Bekasi Terkait Dugaan Kecelakaan KRL Cikarang

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam 28 April 2026.

Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan yang mengatur aspek keselamatan kendaraan dan pengemudi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa sidak bertujuan memverifikasi seluruh aspek keselamatan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi hingga kompetensi dan kondisi kesehatan pengemudi.

Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta sistem manajemen keselamatan yang diterapkan perusahaan.

Aan menyebut inspeksi dilakukan karena Green SM diduga terlibat dalam peristiwa kecelakaan yang berkaitan dengan insiden KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah temuan yang akan didalami lebih lanjut melalui audit lanjutan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, pada 29 April 2026.

Ditjen Hubdat juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengonfirmasi keterlibatan kendaraan dalam peristiwa tersebut.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menegaskan bahwa inspeksi ini sesuai dengan Pasal 16 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang SMK PAU.

Menurutnya, dalam kondisi kecelakaan lalu lintas yang menonjol atau berulang, Ditjen Hubdat berwenang melakukan audit dan inspeksi untuk menjamin aspek keselamatan transportasi.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar pemberian rekomendasi perbaikan sistem keselamatan atau sanksi administratif, termasuk surat peringatan, pembekuan hingga pencabutan izin operasional sesuai tingkat pelanggaran.

Related Post