Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri di Medan Perang Kursk demi Hindari Tahanan Perang

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Warta Ekonomi, Jakarta –

Korea Utara kembali buka suara terkait keterlibatan pasukannya dalam konflik Rusia-Ukraina.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka memuji tentara asal negaranya yang memilih bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di Kursk, Rusia.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengorbanan tertinggi demi menjaga kehormatan militer.

“Bukan hanya mereka yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri demi mempertahankan kehormatan, tetapi juga mereka yang gugur di garis depan,” ujar Kim Jong Un.

Ia menambahkan bahwa bahkan tentara yang gagal menjalankan tugas namun tetap bertahan hingga akhir hayat juga layak disebut sebagai pejuang setia dan patriot.

Pernyataan ini menjadi pengakuan resmi pertama dari Korea Utara mengenai praktik ekstrem di medan perang, meski sebelumnya laporan intelijen dan kesaksian pembelot menyebut adanya kecenderungan tentara Korut meledakkan diri ketimbang ditangkap.

Sebanyak 14.000 tentara Korea Utara diperkirakan telah dikirim untuk mendukung pasukan Rusia di wilayah Kursk.

Pejabat dari Korea Selatan, Ukraina, dan negara-negara Barat melaporkan bahwa lebih dari separuh jumlah tersebut tewas dalam pertempuran sengit di wilayah tersebut.

Kim Jong Un menegaskan komitmen Korea Utara untuk terus mendukung kebijakan Rusia dan memperkuat kerja sama militer dengan Moskow.

Ia menekankan bahwa dukungan penuh akan diberikan selama operasi militer berlangsung di Ukraina.

“Pemerintah Korea Utara akan terus sepenuhnya mendukung kebijakan mereka dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan,” tegas Kim.

Ia menyatakan bahwa operasi militer bersama berhasil menggagalkan apa yang disebutnya sebagai petualangan militer dan upaya hegemonik Amerika Serikat.

Kim juga mengangkat para tentara yang gugur sebagai simbol pengorbanan nasional, dengan rencana pembangunan monumen dan penyelenggaraan acara kenegaraan untuk memperingati jasa mereka.

“Arwah para pahlawan akan hidup selamanya dengan kehormatan besar yang mereka pertahankan,” ujarnya.

Dukungan militer Korea Utara terhadap Rusia dinilai semakin memperdalam aliansi strategis kedua negara, yang diperkirakan akan terus berlangsung meskipun konflik di Ukraina berakhir.

Related Post