70 Senator AS Khawatir Mobil China Masuk Lewat Pintu Belakang Kanada dan Meksiko

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Sebanyak 70 senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat menyoroti potensi masuknya mobil buatan China ke pasar AS melalui jalur tidak langsung.

Mereka mengkhawatirkan skema impor kendaraan listrik asal China yang memanfaatkan kerja sama perdagangan dengan Kanada dan Meksiko melalui United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA).

Kekhawatiran ini muncul karena Kanada dan China telah mencapai kesepakatan penurunan tarif impor kendaraan listrik pada Januari 2026.

Kesepakatan tersebut menghapus tarif impor sebelumnya yang mencapai 100 persen dan kini memungkinkan kuota hingga 49.000 unit mobil listrik China masuk ke Kanada dengan tarif preferensial sebesar 6,1 persen.

Sementara itu, impor mobil China ke Meksiko juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pemerintah Meksiko telah menerapkan tarif hingga 50 persen terhadap ribuan produk dari negara Asia sejak Januari 2026.

Para senator khawatir produsen otomotif China dapat memanfaatkan celah perdagangan regional untuk mengakses pasar AS tanpa menghadapi tarif tinggi secara langsung.

John Helveston, profesor dari George Washington University, mengkritik pendekatan penolakan total terhadap kerja sama dengan China.

Menurutnya, pendekatan tersebut justru dapat merugikan inovasi di sektor otomotif domestik AS.

Helveston menyarankan skema kerja sama seperti pelisensian teknologi atau pembentukan perusahaan patungan antara produsen AS dan China sebagai alternatif yang menguntungkan.

Ia menekankan pentingnya prinsip timbal balik dalam hubungan dagang, mengacu pada keberhasilan Tesla yang membangun Gigafactory secara penuh di Shanghai pada 2019 sebagai contoh kerja sama strategis yang saling menguntungkan.

Related Post