PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.
Laba bersih konsolidasian perusahaan mencapai Rp69 miliar hingga 31 Maret 2026, naik 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih perseroan juga tumbuh 5 persen menjadi Rp760 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja kuat dari segmen solusi teknologi informasi dan peningkatan laba kotor di segmen solusi dokumen sebesar 6 persen serta segmen solusi teknologi sebesar 34 persen.
Penurunan beban penjualan, umum, dan administrasi sebesar 4 persen turut mendukung kenaikan laba bersih.
Menurut Hendrix Pramana, pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi efisiensi dan ekspansi solusi berbasis teknologi.
Sebagai bagian dari inovasi, Astragraphia meluncurkan Fujifilm Revoria Press PC2120 di Indonesia, yang merupakan peluncuran pertama di kawasan Asia Pasifik untuk solusi cetak produksi dari Fujifilm Business Innovation.
Perangkat ini dilengkapi teknologi otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan pencetakan multiwarna dalam satu proses, termasuk penggunaan toner spesial seperti pink dan green.
Keberadaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, fleksibilitas layanan, dan kualitas hasil cetak bagi pelanggan.
Inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk industri besar, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan industri percetakan untuk meningkatkan daya saing.
Dengan solusi yang lebih efisien dan adaptif, Astragraphia memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi berbagai sektor bisnis dan industri kreatif di Indonesia.
Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan positif dan memperluas kontribusi di pasar solusi dokumen serta teknologi informasi ke depan.





