Amerika Serikat menyatakan operasi militernya di Iran berjalan sesuai rencana dan menunjukkan perkembangan positif.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato jamuan kenegaraan untuk Raja Inggris Charles III di Gedung Putih pada Selasa malam, 15 Juli 2026.
Trump menyebut bahwa tindakan militer yang diambil Washington terhadap Iran sedang berlangsung dengan baik dan sesuai dengan strategi keamanan nasional AS.
Kami sedang melakukan sedikit pekerjaan di sana saat ini, dan situasinya berjalan sangat baik, ujar Trump di hadapan tamu undangan.
Ia menegaskan kembali komitmen pemerintahannya agar Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sebuah posisi yang disebutnya juga didukung oleh Raja Charles III.
Namun, pihak Istana Buckingham tidak memberikan konfirmasi lebih lanjut, karena Raja Charles III sebagai kepala negara simbolis tidak mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kebijakan luar negeri Inggris.
Sebelumnya, AS menolak proposal damai dari Iran yang mengusulkan penundaan pembahasan program nuklir hingga konflik berakhir dan isu pelayaran di Selat Hormuz terselesaikan.
Washington bersikeras bahwa isu nuklir harus menjadi bagian utama dalam setiap negosiasi sejak awal, bukan ditunda sebagai tahap akhir pembicaraan.
Iran menginginkan pengakuan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai setelah isu keamanan maritim selesai, namun AS menolak kompromi tersebut.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi distribusi energi global, saat ini masih mengalami gangguan akibat blokade dan ketegangan militer antara kedua negara.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun Trump mengklaim situasi terkendali dan berjalan sesuai rencana.





