Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, melaporkan kenaikan signifikan pada biaya produksi di sektor perkebunan kelapa sawit, terutama harga bahan bakar minyak (BBM) industri dan pupuk.
Harga BBM industri (B40) yang digunakan untuk operasional kebun kini mencapai Rp 30.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 15.000 per liter.
Kenaikan tersebut disampaikan Eddy dalam paparan kinerja industri sawit di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Eddy menyebut harga pupuk juga naik hingga 30 persen, memberikan tekanan tambahan bagi pelaku usaha di tengah volatilitas harga minyak nabati global.
Di sisi lain, ekspor kelapa sawit Indonesia mengalami penurunan sebesar 30 persen dari Februari ke Maret 2026, yang menurut Eddy dipicu oleh konflik geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga global.
Meskipun harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani mencapai Rp 4.000 per kilogram di Riau, Eddy menekankan bahwa kenaikan biaya produksi tetap memberatkan pelaku usaha.
Ia mengingatkan bahwa petani yang tidak mampu membeli pupuk berpotensi mengabaikan pemupukan, yang dapat berdampak pada penurunan produksi nasional tahun depan.
Berdasarkan data GAPKI, produksi kelapa sawit nasional (CPO dan PKO) hingga Februari 2026 mencapai 10,73 juta ton, menjadikan Indonesia produsen minyak sawit terbesar dunia dengan kontribusi 57,49 persen.





