Astra International Catat Laba Bersih Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026, Turun 16 Persen

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

PT Astra International Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026.

Angka ini mengalami penurunan 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,93 triliun.

Penurunan kinerja tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya kontribusi dari lini usaha alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menyatakan bahwa meskipun beberapa divisi mengalami tekanan, bisnis lainnya mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik dan turut menopang hasil keseluruhan.

“Pada kuartal I-2026, laba grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi pendapatan, Astra membukukan Rp78,67 triliun pada tiga bulan pertama 2026, turun 6 persen secara tahunan dari Rp83,36 triliun pada kuartal I-2025.

Pendapatan dari penjualan barang turun 7,1 persen menjadi Rp53,74 triliun, sedangkan segmen jasa dan sewa melemah 6,19 persen menjadi Rp16,43 triliun.

Di tengah tren penurunan tersebut, bisnis jasa keuangan justru tumbuh 6,80 persen menjadi Rp8,49 triliun.

Beban pokok pendapatan juga turun 4,72 persen menjadi Rp63,17 triliun dari sebelumnya Rp66,30 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Rudy menilai kondisi pasar ke depan masih diwarnai ketidakpastian global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik.

“Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Secara neraca, total aset Astra tercatat sebesar Rp517,80 triliun hingga akhir Maret 2026, tumbuh 2,06 persen dari posisi tahun sebelumnya.

Aset tersebut terdiri atas ekuitas sebesar Rp239,12 triliun dan liabilitas sebesar Rp224,68 triliun.

Related Post