AS Luncurkan Kampanye Diplomatik soal Dugaan Pencurian AI oleh China, Soroti Startup DeepSeek

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Amerika Serikat meluncurkan kampanye diplomatik global untuk menyoroti dugaan pencurian kekayaan intelektual kecerdasan buatan oleh China, dengan fokus pada startup asal Tiongkok, DeepSeek.

Kampanye ini dilakukan melalui kabel diplomatik yang dikirimkan Departemen Luar Negeri AS kepada perwakilan luar negeri dan mitra internasional pada awal April 2026.

Dokumen tersebut mengungkap kekhawatiran atas praktik ekstraksi dan distilasi model AI buatan AS tanpa izin, yang dinilai dapat mempercepat pengembangan teknologi murah oleh pihak asing.

Distilasi AI adalah metode pelatihan model kecil menggunakan output dari model besar, yang menurut AS bisa dimanfaatkan untuk meniru teknologi canggih secara ilegal.

AS menyatakan bahwa model hasil distilasi ilegal memungkinkan entitas asing merilis produk bertenaga AI dengan performa setara namun biaya jauh lebih rendah.

Dokumen itu juga menyebut bahwa proses tersebut dapat menghilangkan protokol keamanan serta mengganggu netralitas dan akurasi model asli.

China membantah semua tuduhan, dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan sebagai upaya merusak kemajuan teknologi negara mereka.

DeepSeek membela diri dengan menyatakan bahwa model terbarunya, V4, dikembangkan dari data publik dan tidak menggunakan data sintetis dari OpenAI atau perusahaan AS lainnya.

Perusahaan ini juga menekankan kemandirian teknologinya dengan mengoptimalkan model V4 untuk berjalan pada chip buatan Huawei.

Beberapa negara telah melarang penggunaan produk AI dari DeepSeek di instansi pemerintah karena kekhawatiran privasi data dan keamanan siber.

Sengketa ini menjadi bagian dari persaingan strategis antara AS dan China dalam perebutan dominasi teknologi AI yang kini berdampak pada keamanan nasional dan ekonomi global.

Peningkatan ketegangan teknologi ini berpotensi mempercepat fragmentasi ekosistem digital dunia, di mana negara-negara harus memilih antara blok teknologi Barat atau Tiongkok.

Langkah diplomasi AS muncul menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang direncanakan berlangsung di Beijing pada Mei 2026.

OpenAI sebelumnya telah memperingatkan adanya upaya entitas China meniru model AI mereka untuk kepentingan pelatihan internal, meski tidak menyebut nama DeepSeek secara langsung.

Related Post