Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Hari Bumi 2026 dengan Pembiayaan Hijau Rp320 Triliun

Ardian Santo

April 28, 2026

3
Min Read

Bank Mandiri menegaskan komitmen keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan operasional perusahaan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.

Komitmen ini diwujudkan melalui pendekatan berbasis data, implementasi nyata, dan kolaborasi luas dengan pemangku kepentingan untuk mendukung transisi ekonomi hijau di Indonesia.

Hingga Maret 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp320 triliun, tumbuh 8,8% secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, Rp167 triliun dialokasikan untuk pembiayaan hijau dan Rp153 triliun untuk pembiayaan sosial, menjadikan Bank Mandiri pemimpin pasar dengan pangsa lebih dari 35% dibandingkan tiga bank besar nasional lainnya.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyatakan optimisme bahwa pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh 7–9% per tahun, sejalan dengan pertumbuhan kredit bank secara keseluruhan.

Pertumbuhan ini didukung oleh pipeline yang kuat, dengan 77% berasal dari sektor yang selaras dengan agenda pembangunan nasional seperti energi terbarukan, efisiensi energi, perumahan inklusif FLPP, dan pembiayaan produktif.

Pada 2025, Bank Mandiri menerbitkan Green Bond Phase 2 dan Sustainability Bond Phase 1 senilai total Rp10 triliun untuk mendanai proyek-proyek berkelanjutan.

Berbagai inisiatif kolaboratif juga dilakukan bersama regulator dan pihak terkait, termasuk pengembangan skema pembiayaan waste-to-energy melalui forum diskusi dan pilot program.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi keberlanjutan, Bank Mandiri meluncurkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di platform Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri.

Melalui fitur ini, nasabah retail dapat menghitung jejak karbon, melakukan carbon offset, serta membeli SPE-GRK secara langsung.

SPE-GRK yang tersedia saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara.

Proyek tersebut mengolah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan dan berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 265 ribu tCO2e, setara dengan emisi dari 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.

Inisiatif kolaborasi dengan IDXCarbon ini membuka akses pasar karbon bagi masyarakat umum, yang sebelumnya hanya dominan diakses oleh korporasi.

Bank Mandiri juga menghadirkan produk dan layanan ramah lingkungan seperti penawaran kendaraan listrik melalui Livin’ Auto, kartu debit berbahan Recycled PVC, serta e-money edisi khusus Hari Bumi di platform Livin’ Sukha.

Di internal perusahaan, Bank Mandiri mengajak lebih dari 500 pegawai berpartisipasi dalam program penanaman pohon digital melalui fitur Livin’ Planet pada 11–19 April 2026.

Aksi kolektif ini menghasilkan kontribusi penanaman lebih dari 800 pohon bakau merah yang akan ditanam di Tangerang, Banten.

Sebagai bagian dari target Net Zero Operation pada 2030, Bank Mandiri telah berhasil menurunkan emisi operasional sebesar 32% dari baseline tahun 2019 melalui optimalisasi gedung hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus mempercepat akselerasi keberlanjutan melalui penguatan kolaborasi, inovasi produk, dan perluasan dampak di seluruh lini bisnis dan operasional.

Dengan fondasi yang kuat dan arah yang jelas, Bank Mandiri berkomitmen menjadi katalis utama dalam transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Related Post