China Dorong Reunifikasi dengan Taiwan, Tawarkan Dorongan Ekonomi dan Investasi

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

China kembali menyerukan reunifikasi damai dengan Taiwan, menjanjikan peluang ekonomi luar biasa jika wilayah tersebut bersedia menyatu.

Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan-China, Chen Binhua, menyampaikan bahwa integrasi dengan pasar domestik China akan memberi vitalitas baru bagi pertumbuhan ekonomi Taiwan.

Menurut Chen, Taiwan bisa memanfaatkan skala besar pasar China, serta kolaborasi di bidang teknologi dan sumber daya manusia untuk mendorong pertumbuhan.

“Reunifikasi damai akan memberikan kepastian dan potensi pertumbuhan yang lebih besar bagi lingkungan investasi Taiwan,” ujar Chen Binhua.

Taiwan merupakan produsen utama semikonduktor canggih dunia, yang menjadi pilar utama dalam pengembangan kecerdasan buatan global.

Ekonomi Taiwan mencatat pertumbuhan hingga 8,68 persen pada tahun 2025, menunjukkan kinerja yang kuat meski dalam ketegangan geopolitik.

Sejak akhir 2025, China meningkatkan kampanye diplomasi dan ekonomi untuk mendorong reunifikasi, meski tetap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menolak tawaran tersebut dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

“Penyatuan yang dibungkus sebagai perdamaian justru akan membawa masalah tanpa akhir,” kata Lai.

Lai juga mengkritik taktik ‘grey zone’ China, termasuk pengerahan kapal perang dan pesawat tempur secara rutin di sekitar wilayah Taiwan.

Beijing membela aktivitas militernya sebagai langkah sah karena menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Perbedaan pandangan antara kedua pihak menunjukkan bahwa konflik bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga masa depan ekonomi dan stabilitas kawasan.

Dengan penolakan tegas dari Taiwan dan eskalasi tekanan militer dari China, peluang reunifikasi dalam waktu dekat dinilai masih sangat kecil.

Related Post