DSNG Catat Pertumbuhan Kinerja di Kuartal I 2026, Pendapatan Tembus Rp2,9 Triliun

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan pendapatan mencapai Rp2,9 triliun, tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Laba bersih perseroan juga meningkat 15% YoY menjadi Rp421 miliar, didorong oleh kinerja solid dari segmen kelapa sawit.

Pertumbuhan ini dicatatkan meskipun harga jual rata-rata CPO turun sekitar 3% pada periode yang sama.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyebutkan bahwa peningkatan volume penjualan CPO sebesar 18% menjadi faktor utama pendorong kinerja perusahaan.

Perseroan telah melakukan replanting di sekitar 5.000 hektar kebun untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan produksi.

Secara operasional, produksi tandan buah segar (TBS) naik 2,7% YoY menjadi 492 ribu ton, didukung oleh pertumbuhan produksi dari kebun plasma sebesar 6,2% YoY.

Produksi CPO tercatat sebesar 141 ribu ton, naik 2,1% YoY, sementara Palm Kernel (PK) dan Palm Kernel Oil (PKO) masing-masing tumbuh 2,9% dan 5,7% YoY.

OER (Oil Extraction Rate) mencapai 23,32% dengan tingkat FFA yang terjaga di kisaran 3%, menunjukkan efisiensi pengolahan yang baik.

Beban pokok penjualan meningkat 10% YoY menjadi Rp2 triliun seiring dengan kenaikan volume penjualan.

Namun, strategi deleveraging berhasil menekan biaya bunga dan mendukung pertumbuhan laba bersih.

Di sisi lain, segmen industri kayu mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan global, terutama dari Amerika Serikat.

Penjualan panel kayu turun 11,5% YoY menjadi 26 ribu m3, sedangkan engineered flooring anjlok 63,2% YoY menjadi 56 ribu m2.

Tekanan tersebut dipicu oleh ketidakpastian kebijakan dan tarif impor di AS yang membuat pembeli menunda transaksi.

Segmen energi terbarukan juga belum pulih sepenuhnya, dengan pendapatan turun 8,4% YoY menjadi Rp40,2 miliar.

Penurunan disebabkan oleh melemahnya permintaan biomassa di Jepang yang mengurangi ekspor Palm Kernel Shell (PKS).

Hingga 31 Maret 2026, total aset DSNG mencapai Rp17,7 triliun, naik 0,8% YoY.

Struktur keuangan tetap sehat dengan liabilitas sebesar Rp5,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp12 triliun.

Related Post