IHSG Melemah Usai Reshuffle Kabinet, Transaksi Capai Rp16,5 Triliun

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (27/4/2026), menyusul aksi reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Lantaran perombakan kabinet tersebut, IHSG terkoreksi 22,96 poin atau 0,32% ke level 7.106,52.

Reshuffle dilakukan pada Senin sore dan melibatkan enam pejabat yang dilantik ke dalam Kabinet Merah Putih.

Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup kini menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Mohammad Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan posisi Hanif.

Sementara Muhammad Qodari beralih dari Kepala Staf Kepresidenan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Dudung Abdurachman menggantikan Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Hasan Nasbi diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, sedangkan Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Nasional.

Meski indeks melemah, pergerakan saham justru didominasi oleh tren positif dengan 408 saham menguat, 264 saham turun, dan 147 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 33 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali.

Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp16,5 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di angka Rp12.715 triliun.

Saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) menjadi top loser utama setelah anjlok 14,91% ke Rp194.

Disusul oleh PT Multitrend Indo Tbk (BABY) yang turun 14,55% ke Rp282 dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) merosot 14,47% ke Rp1.005.

Di sisi lain, saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) memimpin top gainers dengan kenaikan 34,64% ke Rp206.

PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) melonjak 34,09% ke Rp118, dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 24,88% ke Rp2.560.

Untuk saham terlaris berdasarkan nilai transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi teratas dengan transaksi Rp1,6 triliun.

Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp1,1 triliun dan PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan Rp835 miliar.

Related Post