Industri Perkakas Tangan Lokal Bangkit, Dukung Sektor Pertanian dan Ekspor ke Lima Negara

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Industri perkakas tangan lokal kini mengalami kebangkitan dengan semakin tingginya permintaan dari sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan potensi pasar industri ini masih sangat besar meskipun proses produksinya dilakukan secara sederhana.

Menperin menekankan bahwa industri ini didukung oleh tenaga kerja terampil di berbagai sentra produksi yang telah mewariskan keterampilan secara turun-temurun.

Ia juga menyebut Indonesia sebagai negara agraris menjadi alasan utama masih tingginya kebutuhan akan perkakas tangan hasil manufaktur domestik.

Melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), pemerintah mendorong penyerapan produk IKM oleh perusahaan besar, BUMN, dan instansi pemerintah daerah.

Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), mencatat hingga pertengahan November 2025 terdapat 123 unit usaha IKM perkakas tangan dengan total tenaga kerja mencapai 512 orang.

Sentra produksi paling banyak berada di Sumatera Utara, termasuk di Kota Pematang Siantar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, Deli Serdang, dan Langkat.

Sebaran sentra lainnya meliputi Sumatera Barat, Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus memperkuat daya saing IKM dengan menjalin sinergi bersama pemerintah daerah, akademisi, dan offtaker.

Namun industri ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pasokan bahan baku baja karbon, persaingan dengan produk impor, serta kebutuhan investasi teknologi yang tinggi.

Dalam merespons hal tersebut, Ditjen IKMA menjalankan fasilitasi kerja sama bisnis, pendampingan teknis, restrukturisasi mesin, serta kemitraan strategis dengan penyedia teknologi.

Dini Hanggandari, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, menyampaikan IKM perkakas tangan memiliki peluang besar menjadi mitra resmi industri besar dan pemerintah melalui platform digital.

Salah satu contoh pelaku usaha yang sukses adalah PT Sarana Panen Perkasa (SPP) di Medan, yang memproduksi egrek, dodos, dan aneka pisau panen dengan sertifikasi SNI dan TKDN.

Produk PT SPP telah diekspor ke lima negara, yaitu Liberia, Papua Nugini, Kosta Rika, Panama, dan Kolombia.

Dini menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, PT SPP berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan dukungan pasokan bahan baku dari PT Krakatau Steel dan PT Jatim Taman Steel.

Related Post