Berdasarkan data MSCI Real Assets, Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mencatat pangsa pasar sebesar 89,9 persen dengan total volume transaksi mencapai US$181 juta sepanjang 2025.
Capaian ini mencerminkan ketahanan sektor real estate Indonesia yang tetap prospektif meskipun menghadapi dinamika ekonomi global.
Pasar domestik yang besar dan struktur demografi yang mendukung menjadi daya tarik utama bagi investor lokal maupun asing untuk menanamkan modal di berbagai segmen properti.
Country Head and Head of Industrial & Logistics JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyatakan bahwa market share tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi jangka panjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menambahkan bahwa minat investor institusional, family office, dan investor asing terhadap properti nasional tetap kuat dan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, JLL juga terlibat dalam sejumlah proyek industri dan logistik berskala besar di Asia Tenggara, didorong oleh diversifikasi rantai pasok global dan peningkatan investasi lintas negara.
Investor dari Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta negara Barat aktif menanamkan modal, terutama di kawasan penyangga perkotaan, dengan semakin banyaknya skema joint venture antara pengembang lokal dan internasional.
Head of Capital Markets JLL Indonesia dan Executive Director Capital Markets Southeast Asia, Jacintha Tabalujan Herzog, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi pertumbuhan properti regional.
Menurutnya, kombinasi pemahaman mendalam terhadap pasar lokal dan jaringan global menjadi keunggulan kompetitif JLL dalam membantu investor menavigasi regulasi dan peluang investasi.
JLL optimistis bahwa pasar investasi real estat Indonesia akan terus tumbuh pada 2026, didukung perbaikan regulasi dan partisipasi aktif dari investor domestik dan internasional.





